Monday, January 20, 2020



PROGRAM MENINGKATKAN KUALITAS UMAT  DENGAN GERAKAN  3T

Oleh : U.Syaefudin SYh, S,Pd.I (Alm)

Sungguh segala puji hanya milik Allah, Allah yang kita puji, kepada Allah kita memohon pertolongan, kepada-Nya kita memohon ampunan, kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri diri kita dan dari keburukan amal perbuatan kita. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tak seorangpun dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang Allah sesatkan maka tak seorangpun mampu memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul Nya; Ammaa ba’du


Firman Allah SWT Dalam Q.S Ali Imran Ayat 110 :

"kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik".

Untuk menata Umat hal-hal yang harus di perhatikan diantaranya :

1. Kesiapan Umat

Maksudnya apakah setiap individu dari jamaah itu sudah siap berubah ? atau di bawa untuk berubah ?
Firman Allah SWT :
“… Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. ( Arrad : 11)

Allah tidak akan merobah Keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.
Adapun yangdinamakan perubahan bukanlah hal yang mudah karena setiap ada perubahan maka harus ada yang di korbankan .
Contoh :
Seseorang mempunyai rumah dengan kontruksni beton yang kuat dan kokoh, dengan seiiringnya waktu Inspirasi-inspirasi model terbaru mulai berdatangan dan orang itupun tertarik dengan model-model minimalis sehingga bertekad merubah rumahnya tersebut, tentu rumah tersebut harus di bongkar dan di perbaharuii kontruksinya, dari pekerjaan ini banyak material-material yang di lepas atau di korbankan di rusak dan bahkan ada bagian yang harus di buang karena tidak dapat di manfaatkan lagi.
Sehingga bisa kita ambil kesimpulan bahwa setiap perubahan pasti ada yang di korbankan didalamnya.
Demikian pula keberadaan suatu kaum jika mau diadakan suatu perubahan di lingkungannya dari kebiasaan kebiasaan yang tidak menaguntungkan dalam kehidupan di masyarakan adakn dirubah menjadikan masyarakat yang produktip, saling menasihati saling berkasihsayang, dan menjadikan  nuansa lingkungan yang asri nan Islami, sudah barang pasti banyak kebiasaan-kebiasaan yang harus di tinggalkan / di buang apalagi kebiasaan-kebiasaan yang dapat merugikan lingkungan sekitar.
  • Sifat apatis yang menjadi penyakit bagi setiap individu di buang dan di ganti dengan sifat simpatis.
  • Sipfat pesimis kita buang dan jauhi  di gantikan dengan sifat optimis yang selalu bersemangat bertekad bulat untuk meraih sesuatu.
  • Penyakit malas kita ganti dengan rajin.
Kesadaran individu merupakan modal utama untuk kemajuan jama’ah, bagaimanapun bagusnya suatu rencana/program jika pada individunya masih belum siap maka tidak akan sukses, jadi harus ada kekompakan dari semua anggota jamaah bersama-sama mewujudkan program tidak saling tuduh, dan tidak juga bisa sendiri-sendiri.

2. Rencanakan Tujuan
Setelah Anggota jamaan satu tujuan satu tekad, tidak ada lagi anggota yang simpang siur maka kita bisa menentukan tujuan. Dan menjalankan program dengan baik.Rencana Tujuan.
Rencana ingin meningkatkan kualitas umat jangan hanya sekedar rencana tapi harus juga ada pelaksanaan nya, jika setiap hari, setiap minggu, setiap bulan di adakan pengajian pembinaan rohani maka harus ada perubahan yang pesat. Hari ke hari semakin bertambah kerukunan antar warga jamaah, semakin bertambahnya ketaatan kita bterhadap Allah SWt.  Tidak hanya menjadikan pengajian itu suatu kegiatan pelengkap kehidupan saja, jika melihat daari kenyataan seperti ini maka kita harus memiliki strategi (System) untuk mempermudah pola pencapaian sebuah tujuan agar sukses.
Dalam perencanaan tersebut ada beberapa tingkatan rencana yang harus kita ketahui :
Planing – Organizing – Actuating – Controling.
KERANGKA RENCANA YANG AKAN KITA TEMPUH DALAM PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS UMAT  ADA 3 (TIGA) :
1.       GERAKAN TA’MURUNA BIL MA,RUF
2.       GERAKAN TANHA ANIL FAHSYA’I WAL MUNKAR
3.       GERAKAN TU’MINUUNA BILLAH

Dalam proses mengaplikasian prograg G3T Rincianya kita balikan :
1.       TU’MINU BILLAH
2.       TA’MURUNA BIL MA’RUF
3.       TANHA ANIL FAHSYA’I WAL MUNKAR

Mari kira bahas secara terperinci :
1.       TU’MINU BILLAH
Tu’minu billah mendapat posisi pertama karena keimanan jamaah merupakan dasar utama yang harus di perhatikan, serta di terapkan ke masing-masing individu yang berada dalam jamaah, keimanan seseorang merupakan pondasi untuk membangun segala sesuatu kegiatan/rencana.
Adapun wujud kongkrit tu’minu billah ialah dimana peletakan keimanan jamaah harus benar-benar tumbuh dalam dasar tauhid yang kuat, jangan ada istilah Iman Musimam. Hanya karna ada kebutuhan atau daktor lingkungan keimanan kita menjadi berubah kembali
Kesempurnaan iman harus menempuh tiga syarat:
  • Tasdikun Bi Qolbi : Keyakinan dalam Hati
  • Qaulu Bil Lisan : di  ucapkan oleh lisan
  • A'malu Bil Arkhan : di kerjakan dengan badan/raga
2.   TA’MURUNA BIL MA’RUF
Ramai dengan kebaikan, segala bentuk kegiatan dalam jamaah penuh bersifat kebaikan dan berupa-rupa Amal Shaleh yang bermandaat bagi kehidupan, supaya Baldah Toyibah bisa tegak d I dalam lingkungan jamaah.
Sebagai realisasi adanya keimanan yang kuat seperti tergambarkan dalam Surat Al-Mu’minun  Ayat 1 - 10 :

1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[1]; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.
7. Barangsiapa mencari yang di balik itu[2] Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.
8. dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
10. mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi,
[1] Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. imam boleh melarang kebiasaan ini. Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.
[2] Maksudnya: zina, homoseksual, dan sebagainya.

3.       TANHAUNA ANIL FAHSYA’I WAL MUNKAR
Dengan Semakin Kuatnya keimanan seseorang dan semakin mudahnya menyeru kepada kebaikan, maka akan semakin berkurang perilaku-prilaku keji, pahsya yang di lakukan umat manusia.


Begitulah tiga program dalam mencerahkan umat.
semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment