PROGRAM MENINGKATKAN KUALITAS UMAT DENGAN GERAKAN 3T
Oleh : U.Syaefudin SYh, S,Pd.I (Alm)
Sungguh segala puji hanya milik
Allah, Allah yang kita puji, kepada Allah kita memohon pertolongan, kepada-Nya
kita memohon ampunan, kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri diri
kita dan dari keburukan amal perbuatan kita. Siapa yang diberi petunjuk oleh
Allah maka tak seorangpun dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang Allah
sesatkan maka tak seorangpun mampu memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa
tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul Nya; Ammaa ba’du
Firman Allah SWT Dalam Q.S Ali Imran Ayat 110 :
"kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli
kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang
beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik".
Untuk
menata Umat hal-hal yang harus di perhatikan diantaranya :
1. Kesiapan Umat
Maksudnya
apakah setiap individu dari jamaah itu sudah siap berubah ? atau di bawa untuk
berubah ?
Firman Allah SWT :
“…
Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah
keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki
keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan
sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. ( Arrad : 11)
Allah tidak akan merobah Keadaan mereka, selama mereka
tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.
Adapun
yangdinamakan perubahan bukanlah hal yang mudah karena setiap ada perubahan
maka harus ada yang di korbankan .
Contoh :
Seseorang
mempunyai rumah dengan kontruksni beton yang kuat dan kokoh, dengan seiiringnya
waktu Inspirasi-inspirasi model terbaru mulai berdatangan dan orang itupun
tertarik dengan model-model minimalis sehingga bertekad merubah rumahnya
tersebut, tentu rumah tersebut harus di bongkar dan di perbaharuii
kontruksinya, dari pekerjaan ini banyak material-material yang di lepas atau di
korbankan di rusak dan bahkan ada bagian yang harus di buang karena tidak dapat
di manfaatkan lagi.
Sehingga
bisa kita ambil kesimpulan bahwa setiap perubahan pasti ada yang di korbankan
didalamnya.
Demikian
pula keberadaan suatu kaum jika mau diadakan suatu perubahan di lingkungannya
dari kebiasaan kebiasaan yang tidak menaguntungkan dalam kehidupan di
masyarakan adakn dirubah menjadikan masyarakat yang produktip, saling
menasihati saling berkasihsayang, dan menjadikan nuansa lingkungan yang asri nan Islami, sudah
barang pasti banyak kebiasaan-kebiasaan yang harus di tinggalkan / di buang
apalagi kebiasaan-kebiasaan yang dapat merugikan lingkungan sekitar.
- Sifat apatis yang menjadi penyakit bagi setiap individu di buang dan di ganti dengan sifat simpatis.
- Sipfat pesimis kita buang dan jauhi di gantikan dengan sifat optimis yang selalu bersemangat bertekad bulat untuk meraih sesuatu.
- Penyakit malas kita ganti dengan rajin.
2. Rencanakan Tujuan
Setelah
Anggota jamaan satu tujuan satu tekad, tidak ada lagi anggota yang simpang
siur maka kita bisa menentukan tujuan. Dan menjalankan program dengan baik.Rencana Tujuan.
Rencana
ingin meningkatkan kualitas umat jangan hanya sekedar rencana tapi harus
juga ada pelaksanaan nya, jika setiap hari, setiap minggu, setiap bulan di
adakan pengajian pembinaan rohani maka harus ada perubahan yang pesat. Hari ke
hari semakin bertambah kerukunan antar warga jamaah, semakin bertambahnya
ketaatan kita bterhadap Allah SWt. Tidak
hanya menjadikan pengajian itu suatu kegiatan pelengkap kehidupan saja, jika
melihat daari kenyataan seperti ini maka kita harus memiliki strategi (System)
untuk mempermudah pola pencapaian sebuah tujuan agar sukses.
Dalam
perencanaan tersebut ada beberapa tingkatan rencana yang harus kita ketahui :
Planing –
Organizing – Actuating – Controling.
KERANGKA
RENCANA YANG AKAN KITA TEMPUH DALAM PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS UMAT ADA 3
(TIGA) :
1. GERAKAN TA’MURUNA BIL MA,RUF
2. GERAKAN TANHA ANIL FAHSYA’I WAL MUNKAR
3. GERAKAN TU’MINUUNA BILLAH
Dalam
proses mengaplikasian prograg G3T Rincianya kita balikan :
1. TU’MINU BILLAH
2. TA’MURUNA BIL MA’RUF
3. TANHA ANIL FAHSYA’I WAL MUNKAR
Mari kira bahas secara terperinci :
1. TU’MINU BILLAH
Tu’minu billah mendapat posisi pertama karena keimanan jamaah
merupakan dasar utama yang harus di perhatikan, serta di terapkan ke masing-masing
individu yang berada dalam jamaah, keimanan seseorang merupakan pondasi untuk
membangun segala sesuatu kegiatan/rencana.
Adapun wujud kongkrit tu’minu billah ialah dimana peletakan
keimanan jamaah harus benar-benar tumbuh dalam dasar tauhid yang kuat, jangan
ada istilah Iman Musimam. Hanya karna ada kebutuhan atau daktor lingkungan
keimanan kita menjadi berubah kembali
Kesempurnaan iman harus menempuh tiga syarat:
- Tasdikun Bi Qolbi : Keyakinan dalam Hati
- Qaulu Bil Lisan : di ucapkan oleh lisan
- A'malu Bil Arkhan : di kerjakan dengan badan/raga
Ramai dengan kebaikan, segala bentuk kegiatan dalam jamaah
penuh bersifat kebaikan dan berupa-rupa Amal Shaleh yang bermandaat bagi
kehidupan, supaya Baldah Toyibah bisa tegak d I dalam lingkungan jamaah.
Sebagai realisasi adanya keimanan yang kuat seperti
tergambarkan dalam Surat Al-Mu’minun
Ayat 1 - 10 :
1. Sesungguhnya
beruntunglah orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang-orang
yang khusyu' dalam sembahyangnya,
3. dan orang-orang yang
menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
4. dan orang-orang yang
menunaikan zakat,
5. dan orang-orang yang
menjaga kemaluannya,
6. kecuali terhadap
isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[1]; Maka Sesungguhnya
mereka dalam hal ini tiada terceIa.
7. Barangsiapa mencari
yang di balik itu[2] Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.
8. dan orang-orang yang
memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
9. dan orang-orang yang
memelihara sembahyangnya.
10. mereka Itulah
orang-orang yang akan mewarisi,
[1] Maksudnya:
budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan
budak belian yang didapat di luar peperangan. dalam peperangan dengan
orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan
kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah
suatu yang diwajibkan. imam boleh melarang kebiasaan ini. Maksudnya:
budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.
[2] Maksudnya: zina,
homoseksual, dan sebagainya.
3. TANHAUNA ANIL FAHSYA’I WAL MUNKAR
Dengan Semakin Kuatnya keimanan seseorang dan semakin mudahnya menyeru kepada kebaikan, maka akan semakin berkurang perilaku-prilaku keji, pahsya yang di lakukan umat manusia.
Begitulah tiga program dalam mencerahkan umat.
semoga bermanfaat.
No comments:
Post a Comment